Lesten, Desa Terisolir di Gayo Lues

Posted by in on Nov 14, 2012 . 0 Komentar.

 

BLANGKEJEREN - Dari 144 desa yang ada di Kabupaten Gayo Lues (Galus), Desa Lesten, Kecamatan Pining, merupakan salah satu desa yang paling terisolir. Bahkan sampai saat ini kendaraan roda empat belum bisa melintas di desa itu. Setiap hari masyarakat yang ingin berbelanja ke pusat kecamatan harus berjalan kaki sejauh 18 Km.

Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasim, kepada Serambi kemarin mengatakan, dari 144 desa yang tersebar di sebelas kecamatan di kabupaten tersebut, Desa Lasten merupakan desa sangat terpencil dan terisolir. Selain masih sangat minim sarana dan prasaran, di desa terpencil itu juga belum diterangi listrik.

Agus (40) mantan Keuchik Desa Lesten kepada Serambi mengatakan, banyak anak-anak yang tinggal di desa tersebut tidak bersekolah. Salah satu faktor yang menyebabkan, karena belum adanya jalan dan sekolah lanjutan pertama. “Sehingga, setelah tamat SD para remaja di Lasten memilih tak melanjutkan ke jenjang pendidikan lanjutan pertama, karena sangat jauh untuk mencapai ibu kota kecamatan karena tak ada sarana transportasi,”ujar Agus.

Terkecuali desa itu baru ada sebuah SD. Namun, menurut Agus, guru di sekolah itu juga kurang aktif. Bahkan menurutnya dalam satu minggu yang aktif belajar cuma tiga hari. Hal itu karena guru yang bertugas tidak ada satu orangpun yang menetap di desa tersebut.

“Kami mengharapkan kepada Pemkab Gayo Lues agar segera membebaskan Lasten dari terisoliran, dan membangun prasana jalan yang memadai,”pinta Agus.(c40)

Sumber : Serambinews.com

Tambahkan komentar mengenai artikel

Leave a Comment

Leave a Reply

* Nama:
* E-mail : (Not Published)
   Website: (Site url with http://)
* Komentar: